RSS Feed

Tugas Bahasa Indonesia

Posted on

Tokoh adalah pelaku yang mengalami peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa-peristiwa itu menjalin suatu cerita.

Tokoh dalam cerita selalu mempunyai sikap, sifat, tingkah laku atau watak-watak tertentu. Penggambaran watak suatu tokoh dalam cerita disebut perwatakan.

Dari peranan dan keterlibatan dalam cerita, tokoh dapat dibedakan menjadi tokoh utama (tokoh sentral), tokoh bawahan (sekunder), dan tokoh tambahan(komplementer).

Dilihat dari perkembangan

kepribadian, tokoh dapat dikelompokkan menjadi tokoh dinamis dan tokoh

statis. Jika dilhat dari masalah yang dihadapi, tokoh dapat dibedakan atas

tokoh simpel karakter dan tokoh kompleks karakter. Adapun jika dilihat

dari watak yang dimiliki, tokoh dapat dibedakan atas tokoh antagonis,

protagonis dan tritagonis.

Cara-cara yang dapat digunakan untuk mengetahui watak tokoh adalah

sebagai berikut.

a. Melalui tuturan pengarang terhadap karakteristik pelakunya.

b. Melalui gambaran lingkungan kehidupannya.

c. Menunjukkkan secara langsung bagaimana perilakunya.

d. Melihat bagaimana tokoh itu berbicara tentang dirinya sendiri.

e. Memahami bagaimana jalan pikirannya,

Peristiwa yang jalinmenjalin

dari awal sampai akhir disebut alur cerita atau plot.

Konflik-konflik dalam alur dapat berupa konflik internal dan konflik

eksternal. Konflik internal (konflik batin) adalah konflik yang dirasakan dalam

diri seorang pelaku. Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara seorang

pelaku dengan pelaku lainnya. Konflik eksternal juga dapat terjadi antara

seorang pelaku dengan alam atau bahkan dengan Tuhannya.

Jika ditinjau dari cara mengakhiri cerita, terdapat dua jenis alur, yaitu alur

terbuka dan alur tertutup. Pada alur terbuka, akhir cerita itu masih menyisakan

pertanyaan dalam diri pembaca tentang bagaimana nasib pelaku atau tokoh

cerita itu.

Suwandi, Sarwiji; Sutarmo. 2008. Bahasa Indonesia 2 Bahasa Kebangganku. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

tema adalah permasalahan pokok (utama) yang merupakan landasan dalam penyusunan cerita sekaligus permasalahan yang ingin disampaikan pengarang melalui karya tersebut.

Latar atau setting adalah waktu dan tempat terjadinya peristiwa.

Alur merupakan jalinan peristiwa dalam karya sastra. Alur bertujuan menciptakan efek tertentu. Pautannya atau jalinannya dapat diwujudkan oleh hubungan waktu atau hubungan sebab akibat.

Penahapan Alur

a. Pemaparan:pengarang memperkenalkan tokoh-tokohnya,

tempat kejadian, dan waktu peristiwa.

b. Penampilan masalah : masalah mulai menimpa tokohtokohnya.

c. Masalah memuncak : masalah mulai gawat

d. Puncak ketegangan : masalah semakin rumit

e. Ketegangan menurun : masalah mulai mereda

f. Penyelesaian : permasalahan berakhir dengan

bahagia, sedih, atau mengambang.

Latar adalah waktu dan tempat terjadinya peristiwa.

Selain alur dan latar, unsur penting lainnya adalah pelaku. Pelaku merupakan unsur penting yang mampu menghidupkan cerita. Pelaku dalam novel dibagi 2 yaitu.

a. Pelaku utama

Pelaku yang menjadi pusat pengisahan. Pelaku ini sering muncul dan menjadi pembicaraan

b. Pelaku sampingan

Pelaku yang pemunculannya hanya sekali atau beberapa kali saja. Pelaku tersebut hanya sebagai pelengkap sehingga tidak menjadi pusat pembicaraan.

Maryati; Sutopo. 2008. Bahasa dan Sastra Indonesia 2 Jakarta: Pusat Perbukuan, Departement Pendidikian Nasiona

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa alur cerita merupakan urutan kejadian yang

meliputi tahap-tahap;

a. Pengenalan (paparan awal cerita).

b. Perumitan masalah (tokoh mulai terlibat masalah).

c. Klimaks (puncak masalah).

d. Antiklimaks (penurunan masalah).

e. Simpulan/konklusi (akhir cerita).

Latar novel meliputi tempat, waktu, dan suasana lingkungan terjadinya peristiwa. Dari

latar cerita inilah akan kamu ketahui peristiwa-peristiwa cerita berlangsung.

Adapun latar cerita meliputi tiga hal, yaitu kejadian, waktu, dan suasana/keadaan lingkungan

cerita berlangsung.

Tahapan alur adalah sebagai berikut.

a. Pengenalan (Eksposisi)

Tahap ini pengarang mengenalkan tokoh, setting, dan masalah yang dihadapi tokoh.

b. Timbulnya konflik

Tokoh mengalami konflik dalam memecahkan masalah.

c. Konflik memuncak (Rumitan)

Konflik tokoh bertambah rumit dan menajam.

d. Puncak masalah (Klimaks)

Konflik yang dialami tokoh mencapai titik puncak.

e. Pemecahan masalah (Konklusi)

Berbahasa dan Bersastra , Asep Yudha Wirajaya , Sudarmawarti

1. Tema adalah hal yang dibicarakan dalam cerita (isi cerita) atau topic cerita.

2. Alur atau plot adalah jalan cerita/jalinan cerita atau urutan cerita dari awal sampai

akhir.

3. Amanat adalah Pesan atau pelajaran yang dapat diambil dari cerita, baik melalui tema, kisah, maupun watak pelakunya.

4. Penokohan adalah Watak atau karakter pelaku, misal baik, buruk, santun, periang, protagonis, antagonis, dan sebagainya.

5. Latar atau setting adalah Tempat, waktu, dan suasana kejadian dalam cerita.

6. Gaya bahasa adalah Pemilihan kata atau diksi dalam karya sastra, biasanya dicirikan dengan penggunaan majas-majas, dan sebagainya.

7. Sudut pandang adalah Penempatan si pencerita dalam kisah, misal sebagai orang (point of view) pertama atau kedua, dengan memasukkan diri sebagai bagian dari cerita ataupun tidak.

Pada dasarnya, dalam sebuah novel terdapat beberapa karakter tokoh, yaitu berikut.

1. Karakter yang berkaitan dengan posisi; tokoh utama, pembantu, tokoh biasa.

2. Karakter yang berkaitan dengan sifat; lembut, kasar, pemarah, sabar, gegabah, dan lain-lain.

3. Karakter yang berkaitan dengan peran: antagonis, protagonis, dan netral.

Alur atau plot memiliki tiga jenis, yaitu berikut.

1. Alur maju, yaitu alur yang menyampaikan jalinan cerita secara

urut dari awal sampai akhir dengan urutan waktu yang terus

maju. Misalnya kejadian pada bulan Januari, kemudian dilanjut

dengan kisah pada bulan Februari, Maret, Juni, dan seterusnya

hingga cerita berakhir.

2. Alur mundur, yaitu alur yang menyampaikan suatu jalinan cerita

urutan waktu yang terkini hingga waktu yang paling lampau

atau dari kisah yang terakhir hingga pada awal mula kejadian

kisah tersebut. Misalnya novel itu diawali pada kisah yang

terjadi bulan Desember, kemudian mengulas kisah bulan November,

Oktober, dan seterusnya.

3. Alur maju mundur, yaitu alur yang menyampaikan jalinan cerita

dalam urutan waktu yang beragam atau sebagian beralur maju

dan sebagian beralur mundur.

Setyorini, Yulianti; Wahono. 2008. Bahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen

Alur atau plot merupakan rangkaian cerita atau peristiwa dari permulaan, pertikaian,

perumitan, puncak peleraian, hingga akhir. Adapun latar atau setting merupakan tempat dan

waktu terjadinya peristiwa. Latar umumnya terdiri atas tempat, ruang, dan waktu. Latar

tempat berkaitan dengan ruang dan waktu, misalnya kejadian di pegunungan, tahun 2000-an,

di Sulawesi Utara. Latar waktu meliputi waktu pagi, siang, sore, maupun malam hari. Latar

ruang bisa di dalam rumah atau di luar rumah.

Kramadibrata, Dewaki; Indrawati, Dewi; Durianto, Didik. 2008. Terampil Berbahasa Indonesia.. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

Hello world!

Posted on

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.